YQ
Ruang Sastra SMPI Yambu'ul Qur'an
Antologi · Jilid I — Edisi Perdana

Antologi Gemuruh Kata: Suara Generasi Qur'ani

Kompilasi karya pilihan 12 santri penulis yang merajut perenungan spiritual, kepedulian sosial, dan imajinasi masa depan.

D
Dewan Redaksi Ruang Sastra Penyusun & Kurator
· ± 12 Menit Baca

Kontributor Antologi

Anisa Rahmawati (Puisi) Budi Santoso (Cerpen) Citra Lestari (Esai Kritis) Muhammad Fatih (Prosa Liris) Dinda Aulia (Puisi Bebas) Ahmad Rayhan (Cerpen Inspiratif)

Pengantar Redaksi: Mengapa Kita Menghimpun Kata?

Buku antologi ini tidak sekadar kumpulan halaman kertas yang dijilid rapi, melainkan sebuah maklumat bahwa santri dan siswa SMPI Yambu’ul Qur’an hadir di tengah pusaran peradaban modern dengan membawa suara yang otentik. Di saat ruang publik dipenuhi oleh kegaduhan informasi yang dangkal dan instan, anak-anak muda ini memilih menepi ke meja sunyi, menimbang setiap diksi, dan melahirkan karya yang mengajak pembaca merenung.

Dalam jilid perdana ini, terhimpun 3 bagian bab tematik yang merepresentasikan tahapan pematangan batin seorang penuntut ilmu:

❧

Bagian I : Jejak di Balik Bilik Asrama (Eksplorasi Ruang Diri)

Bagian ini memuat karya-karya yang merekam keintiman rutinitas santri: dinginnya air wudhu di sepertiga malam, hangatnya sorot lampu teplok di sela-sela tadarus, serta kerinduan mendalam kepada pelukan ibu di kampung halaman.

  • “Lentera di Ujung Serambi” — Cerpen oleh Budi Santoso
  • “Doa dari Ranjang Tingkat Tiga” — Puisi oleh Dinda Aulia
  • “Mengeja Sunyi” — Prosa oleh Muhammad Fatih

Bagian II : Menatap Wajah Zaman (Nalar Kritis & Esai)

Bagian kedua menampilkan keberanian siswa dalam mengkritisi fenomena kecanduan gawai, degradasi adab bertutur di media sosial, serta pentingnya revitalisasi tradisi membaca buku fisik.

  • “Membaca Kembali Masa Depan” — Esai oleh Citra Lestari
  • “Algoritma dan Hilangnya Kedalaman Berpikir” — Kajian oleh Ahmad Rayhan

Bagian III : Cahaya yang Menolak Padam (Harapan & Transendensi)

Bagian penutup menghadirkan bait-bait puisi penuh gelora yang menegaskan bahwa nilai-nilai Qur’ani adalah kompas moral abadi yang akan memandu generasi muda mengarungi samudra abad ke-21.


“Sebuah buku antologi adalah sebuah taman bunga; masing-masing tangkai memiliki warna dan aromanya sendiri, namun bersama-sama mereka membentuk keharuman musim semi literasi.”

❧

Sampaikan Apresiasi untuk Penulis

Setiap tepuk tangan adalah dorongan semangat bagi santri & siswa untuk terus berkarya.

Ruang Diskusi & Catatan Pembaca

Tinggalkan ulasan, tafsir, atau sapaan hangat untuk penulis karya ini.

0 Catatan

Memuat catatan pembaca...