Jejak di Ujung Pena
Di antara riak kata yang sunyi, ada bait yang menolak berhenti mengalirkan rahasia malam dan asa yang tak kunjung padam.
Musikalisasi: Jejak di Ujung Pena
Anisa Rahmawati
Aku bukanlah perangkai kalimat ulung, hanya seorang musafir yang mengeja takdir pada lembar-lembar kertas buram bergaris. Setiap tetes dawat adalah doa yang dipanjangkan, setiap spasi adalah jeda bagi air mata yang enggan tumpah di hadapan fana.
Maka biarkan tinta ini habis mengering, sebab jejak di ujung pena tak akan pernah padam— ia berlayar melintasi zaman, menemui pembaca yang kelak tersenyum di balik lipatan waktu.
“Puisi adalah rahasia yang terlanjur terucap, namun tak pernah kehilangan kesuciannya.” — Catatan Pengarang: Ditulis seusai qiyamul lail di selasar perpustakaan SMPI Yambu’ul Qur’an.
Sampaikan Apresiasi untuk Penulis
Setiap tepuk tangan adalah dorongan semangat bagi santri & siswa untuk terus berkarya.
Ruang Diskusi & Catatan Pembaca
Tinggalkan ulasan, tafsir, atau sapaan hangat untuk penulis karya ini.
Memuat catatan pembaca...