YQ
Ruang Sastra SMPI Yambu'ul Qur'an
Puisi & Prosa

Jejak di Ujung Pena

Di antara riak kata yang sunyi, ada bait yang menolak berhenti mengalirkan rahasia malam dan asa yang tak kunjung padam.

A
Anisa Rahmawati Kelas XI-A
· ± 3 Menit Baca

Musikalisasi: Jejak di Ujung Pena

Anisa Rahmawati

AUDIO SASTRA
0:00 0:00
Di antara riak kata yang sunyi, ada bait yang menolak berhenti. Ujung penaku mencatat dentang jam tiga pagi, ketika dingin merayap dari lantai marmer serambi, dan gemerisik dedaunan sawo kecik mengiringi napas para pencari cahaya.

Aku bukanlah perangkai kalimat ulung, hanya seorang musafir yang mengeja takdir pada lembar-lembar kertas buram bergaris. Setiap tetes dawat adalah doa yang dipanjangkan, setiap spasi adalah jeda bagi air mata yang enggan tumpah di hadapan fana.

Kupahat rindu pada huruf alif yang tegak, kulumat resah pada lekuk ya yang berbalik memeluk dada. Bagaimana mungkin kita tersesat dalam gelap, jika setiap aksara yang kita susun dengan hati adalah suluh yang dinyalakan dari firman-Nya?

Maka biarkan tinta ini habis mengering, sebab jejak di ujung pena tak akan pernah padam— ia berlayar melintasi zaman, menemui pembaca yang kelak tersenyum di balik lipatan waktu.


“Puisi adalah rahasia yang terlanjur terucap, namun tak pernah kehilangan kesuciannya.” — Catatan Pengarang: Ditulis seusai qiyamul lail di selasar perpustakaan SMPI Yambu’ul Qur’an.

❧

Sampaikan Apresiasi untuk Penulis

Setiap tepuk tangan adalah dorongan semangat bagi santri & siswa untuk terus berkarya.

Ruang Diskusi & Catatan Pembaca

Tinggalkan ulasan, tafsir, atau sapaan hangat untuk penulis karya ini.

0 Catatan

Memuat catatan pembaca...